Denpasar News — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meresmikan Balai Diklat Keuangan serta rumah susun (rusun) baru yang diperuntukkan bagi pegawai atau Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) di Denpasar, Bali, pagi tadi. Proyek hunian dan fasilitas pelatihan ini dibangun dengan total anggaran mencapai Rp 54 miliar, sebagai bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan dan kualitas SDM di lingkungan Kemenkeu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Kunjungan-Menteri-Keuangan-789.jpg)
Fasilitas Baru untuk Tingkatkan Kualitas SDM Kemenkeu
Dalam sambutannya, Purbaya menegaskan pentingnya menyediakan fasilitas yang memadai bagi para pegawai, khususnya di daerah. Menurutnya, kualitas pelayanan publik tidak terlepas dari kesiapan SDM, termasuk dukungan infrastruktur yang menunjang aktivitas kerja dan pelatihan.
Baca Juga : Ara Usul Bangun Rusun di Area Elit Bali Milik Kemenkeu, Purbaya: Bukan Bos Saya!
Balai Diklat Keuangan yang diresmikan kini dilengkapi ruang kelas modern, ruang konferensi, area kerja bersama, serta fasilitas teknologi pendukung pembelajaran berbasis digital. Purbaya menyebut, keberadaan Balai Diklat ini akan menjadi pusat peningkatan kompetensi para pegawai Kemenkeu di wilayah Indonesia Timur.
“Pemerintah berkomitmen memperkuat kapasitas ASN. Fasilitas ini bukan hanya bangunan, tapi investasi jangka panjang untuk mencetak SDM yang profesional dan berintegritas,” ujar Purbaya.
Rusun Khusus untuk ASN Kemenkeu
Selain Balai Diklat, Purbaya juga meresmikan rumah susun yang dibangun khusus bagi ASN Kementerian Keuangan yang bertugas di Denpasar dan sekitarnya. Rusun tersebut dibangun untuk memberikan tempat tinggal yang layak, nyaman, serta terjangkau bagi para pegawai yang ditempatkan jauh dari daerah asal.
Rusun dengan nilai investasi Rp 54 miliar ini terdiri dari beberapa blok hunian lengkap dengan fasilitas umum seperti area parkir, ruang terbuka hijau, sistem keamanan 24 jam, dan area komunal. Hunian tersebut diharapkan dapat mengurangi beban biaya hidup ASN sekaligus menciptakan lingkungan tinggal yang kondusif.
Purbaya menambahkan bahwa penyediaan rusun ini juga merupakan bagian dari upaya pemerintah mendorong pemerataan pembangunan perumahan bagi. ASN dan tenaga layanan publik lainnya.
Dorong Efisiensi dan Mobilitas Pegawai
Dengan adanya hunian khusus di dekat pusat pelatihan dan kantor pelayanan, mobilitas pegawai Kemenkeu di Bali diharapkan menjadi lebih efisien. Waktu tempuh menuju tempat kerja dapat dipangkas, sehingga pegawai dapat bekerja lebih optimal.
Selain itu, pengelompokan hunian ASN dalam satu kawasan dinilai dapat memperkuat koordinasi, sinergi, serta budaya organisasi yang lebih solid.
Bagian dari Reformasi Birokrasi
Purbaya menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan salah satu implementasi dari reformasi birokrasi yang sedang digulirkan Kemenkeu. Terutama di aspek tata kelola SDM dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Pemerintah berharap fasilitas tersebut dapat digunakan secara optimal oleh para pegawai.
“Reformasi birokrasi bukan hanya soal aturan dan prosedur, tetapi juga bagaimana kita memberikan fasilitas terbaik untuk menunjang kinerja. Ini langkah nyata mendukung pelayanan publik yang lebih cepat, akurat, dan efisien,” tutup Purbaya.















