Denpasar News — Pemerintah Kota Denpasar menggelar sosialisasi terkait rencana pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) kepada warga Kelurahan Pesanggaran. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya pemerintah mempercepat penyelesaian masalah sampah, sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang jelas mengenai proyek strategis tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Pemkot-Denpasar-Segera-Sosialisasikan-PSEL-ke-Warga-Pesanggaran.jpg)
Sosialisasi berlangsung di balai pertemuan warga dan dihadiri langsung oleh Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, sejumlah pejabat teknis dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), perangkat kelurahan, tokoh masyarakat, serta puluhan warga Pesanggaran. Dalam kesempatan itu, pemerintah memaparkan manfaat, mekanisme, hingga potensi dampak yang akan ditimbulkan dari operasional PSEL di wilayah tersebut.
Baca Juga : DIMANA DIRIMU Pak De? Kabur Setelah Paksa Cewek Kafe Berhubungan di Denpasar
Jaya Negara: PSEL untuk Atasi Persoalan Sampah Kota Secara Berkelanjutan
Wali Kota Jaya Negara menegaskan bahwa pembangunan PSEL adalah langkah strategis untuk menyelesaikan permasalahan sampah di Kota Denpasar secara jangka panjang. Menurutnya, volume sampah yang terus meningkat tidak dapat lagi ditangani dengan metode konvensional, sehingga transformasi pengelolaan menjadi energi merupakan solusi yang lebih ramah lingkungan dan efisien.
“PSEL bukan hanya soal teknologi, tetapi soal keberlanjutan kota kita. Denpasar harus memiliki sistem yang mampu mengolah sampah menjadi energi dan mengurangi ketergantungan pada TPA,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa pemerintah akan menjamin keamanan operasional, kualitas udara, serta pengelolaan limbah agar tidak berdampak negatif pada warga sekitar. Seluruh proses perencanaan disebut mengacu pada standar lingkungan yang ketat, baik dari pemerintah pusat maupun lembaga terkait.
Warga Sampaikan Aspirasi, Pemkot Janji Tingkatkan Koordinasi
Dalam sesi dialog, sejumlah warga menyampaikan kekhawatiran terkait potensi polusi udara, bau, dan dampak kesehatan. Selain itu, warga juga menanyakan soal transparansi proses, mekanisme pengawasan, serta kepastian bahwa pembangunan tidak menimbulkan gangguan aktivitas di lingkungan sekitar.
Menanggapi hal tersebut, Jaya Negara menegaskan bahwa pemerintah akan membuka ruang komunikasi seluas-luasnya. “Kami akan koordinasi dengan semua pihak, termasuk pakar lingkungan, tokoh masyarakat, hingga lembaga pengawasan independen. Warga harus mendapatkan informasi secara jelas dan terukur,” katanya.
Ia juga memastikan bahwa sebelum konstruksi dimulai, pemerintah akan menggelar kajian AMDAL secara komprehensif dan melibatkan masyarakat dalam proses konsultasi publik.
Pemkot Pastikan PSEL Berjalan Transparan dan Partisipatif
Pemkot Denpasar menegaskan komitmennya untuk menjalankan proyek PSEL secara transparan dan partisipatif. Pemerintah juga mengajak warga Pesanggaran untuk ikut serta dalam setiap tahap, mulai dari perencanaan hingga pengawasan operasional.
DLHK Denpasar menyebut bahwa PSEL nantinya akan menjadi aset penting kota dalam mengelola sampah sekaligus menghasilkan energi listrik yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Dengan dukungan warga, proyek ini diharapkan mampu menjadi solusi modern dan berkelanjutan.
Sosialisasi ditutup dengan kesepakatan untuk mengadakan pertemuan lanjutan guna memastikan seluruh kekhawatiran warga. Dapat dijawab secara teknis dan terbuka, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menyukseskan pembangunan PSEL.















