Denpasar News — Pemerintah Kota Denpasar terus mendorong revitalisasi koperasi, khususnya Koperasi Pegawai Negeri (KPN) dan Koperasi Mahasiswa (Kopma), agar mampu beradaptasi dan bersaing dalam dinamika perekonomian perkotaan yang semakin kompetitif.

Langkah ini menjadi fokus Pemkot Denpasar dalam upaya memperkuat sektor ekonomi kerakyatan, memperluas akses layanan koperasi, serta meningkatkan tata kelola agar lebih modern dan profesional.
Dorong Transformasi Digital dan Penguatan SDM
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar menyampaikan bahwa koperasi di lingkungan perkotaan harus bergerak lebih cepat mengikuti perkembangan zaman, terutama dalam digitalisasi layanan dan manajemen usaha.
“Revitalisasi KPN dan Kopma sangat penting agar koperasi ini tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dalam standar pelayanan modern. Kami mendorong seluruh koperasi menerapkan digitalisasi, transparansi laporan keuangan, serta peningkatan SDM,” ujarnya.
Menurutnya, tantangan koperasi di perkotaan jauh lebih kompleks dibanding daerah lain, terutama karena persaingan dengan lembaga keuangan formal, startup layanan keuangan, dan marketplace digital.
Baca Juga : Pemkot Denpasar pertimbangan teknologi pengolahan sampah Finlandia
Koperasi Didampingi Tingkatkan Tata Kelola
Pemkot Denpasar menyiapkan program pendampingan bagi KPN dan Kopma untuk memperbaiki struktur organisasi. Memperkuat manajemen risiko, hingga memastikan kepatuhan terhadap regulasi.
“Pendampingan ini akan dilakukan secara berkelanjutan. Dari penataan administrasi, digitalisasi simpan-pinjam, hingga peningkatan literasi keuangan bagi anggota,” jelasnya.
Melalui langkah itu, diharapkan koperasi dapat memberikan layanan yang lebih cepat, akurat, dan terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat urban, terutama para pegawai negeri dan mahasiswa sebagai anggota utama KPN dan Kopma.
Wujudkan Koperasi yang Kompetitif dan Berdaya Saing
Tak hanya perbaikan internal, Pemkot Denpasar juga mendorong KPN dan Kopma memperluas model usaha, mulai dari pengembangan ritel, pembiayaan anggota. Hingga unit-unit produktif lain yang relevan dengan kebutuhan generasi muda dan pekerja kantoran.
“Koperasi bukan lagi sekadar tempat menabung dan meminjam. KPN dan Kopma harus hadir sebagai solusi ekonomi anggota, mampu bersaing dengan lembaga modern, tetapi tetap memegang prinsip kebersamaan,” ungkap pejabat tersebut.
Sinergi dengan Kampus dan Instansi Pemerintah
Pemkot Denpasar juga memperkuat kolaborasi dengan instansi pemerintah, perguruan tinggi. Serta lembaga pendukung UMKM untuk membuka peluang pelatihan, akses modal, dan integrasi koperasi dengan ekosistem ekonomi lokal.
Revitalisasi ini diharapkan dapat menjadikan KPN dan Kopma sebagai pilar ekonomi berbasis komunitas yang tangguh, modern. Serta relevan dengan kebutuhan masyarakat perkotaan.















