Telkomsel Telkomsel Telkomsel Telkomsel

Pemkot Denpasar Catat Realisasi Pajak 96,37 Persen, Jadi yang Tertinggi di Bali

Denpasar News Pemerintah Kota Denpasar mencatat capaian positif dalam pengelolaan pajak daerah sepanjang tahun 2025. Hingga akhir November, realisasi pendapatan pajak kota telah mencapai 96,37 persen dari target yang telah ditetapkan. Capaian ini dinilai sebagai sinyal kuat meningkatnya aktivitas ekonomi dan efektivitas strategi pemungutan pajak.

Penerimaan Pajak di Bali Capai Rp 10,27 Triliun, PPh Penyumbang Terbesar
Pemkot Denpasar Catat Realisasi Pajak 96,37 Persen, Jadi yang Tertinggi di Bali

Kinerja Pajak Meningkat di Hampir Semua Sektor

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Denpasar, I Made Wirawan, mengatakan bahwa peningkatan realisasi pajak tahun ini tidak lepas dari pertumbuhan sektor pariwisata serta perbaikan sistem pemungutan.

Baca Juga :Pemerintah Kunci Celah Modus Penghindaran Pajak UMKM, Skema PPh 0,5% Terancam Revisi

“Realisasi pajak daerah hingga November 2025 mencapai 96,37 persen. Ini menunjukkan bahwa ekonomi Denpasar telah bergerak lebih cepat, terutama setelah kegiatan pariwisata kembali stabil,” ujarnya, Selasa (18/11).

Wirawan menjelaskan bahwa pajak hotel, restoran, hiburan, dan parkir menjadi penyumbang terbesar bagi pendapatan daerah. Aktivitas kunjungan wisatawan yang meningkat signifikan pascapemulihan pariwisata Bali menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan penerimaan tersebut.


Digitalisasi Bantu Tingkatkan Efektivitas Pemungutan

Selain faktor ekonomi, Pemerintah Kota Denpasar juga memperkuat sistem pemungutan pajak melalui digitalisasi. Implementasi aplikasi pembayaran non-tunai dan sistem pemantauan transaksi usaha dinilai sangat membantu meningkatkan transparansi serta mencegah potensi kebocoran penerimaan.

“Kami terus mendorong penggunaan sistem digital untuk memastikan semua pembayaran pajak tercatat dengan baik. Banyak wajib pajak yang kini merasa lebih mudah bertransaksi,” kata Wirawan.

Ia menegaskan bahwa digitalisasi tidak hanya memudahkan proses pembayaran, tetapi juga mempermudah monitoring dan evaluasi. Dengan data real-time, Bapenda bisa mengambil langkah cepat bila ada sektor yang penerimaannya tidak optimal.


Wali Kota Apresiasi Kinerja Bapenda dan Wajib Pajak

Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, memberikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, kinerja Bapenda dan kepatuhan wajib pajak menjadi kunci utama keberhasilan realisasi pajak.

“Kami berterima kasih kepada para wajib pajak yang telah berkontribusi. Penerimaan ini akan dikembalikan dalam bentuk pembangunan dan pelayanan publik yang lebih baik,” ujar Jaya Negara.

Ia juga menekankan bahwa capaian 96,37 persen menunjukkan solidnya fondasi ekonomi Kota Denpasar dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk fluktuasi pariwisata global.


Target Akhir Tahun Diperkirakan Terlampaui

Dengan sisa waktu satu bulan, Pemkot Denpasar optimistis realisasi pendapatan pajak daerah akan melampaui 100 persen dari target. Bapenda masih melakukan penagihan intensif kepada beberapa sektor yang belum memenuhi kewajiban.

“Kami terus bergerak hingga akhir tahun. Semoga target pendapatan bisa terlampaui untuk memperkuat APBD 2026,” tutur Wirawan.

Capaian ini sekaligus mempertegas posisi Denpasar sebagai salah satu daerah dengan pengelolaan pajak paling efektif di Bali, di tengah upaya pemulihan ekonomi yang terus berjalan.

telkomsel