Denpasar News – Koster Dibully warganet hampir setiap hari melalui berbagai platform media sosial. Gubernur Bali Wayan Koster mengakui bahwa komentar galak, cibiran, hingga perundungan kerap mengarah kepadanya. Meski demikian, ia menegaskan tidak pernah mempermasalahkan sikap warganet tersebut dan memilih menjalankan tugas pemerintahan dengan penuh tanggung jawab.

Wayan Koster memandang kritik dan komentar keras sebagai konsekuensi yang melekat pada jabatan seorang pemimpin. Menurutnya, setiap kebijakan yang ia ambil pasti memunculkan pro dan kontra di tengah masyarakat. Ia menilai dinamika tersebut sebagai bagian dari proses kepemimpinan yang harus dihadapi dengan sikap dewasa dan bijaksana.
Pria asal Desa Sembiran, Kabupaten Buleleng, ini menegaskan bahwa dirinya lebih memilih bekerja nyata dibandingkan meladeni perdebatan di media sosial. Ia memusatkan perhatian pada program pembangunan, peningkatan pelayanan publik, serta upaya menjaga kelestarian budaya dan lingkungan Bali. Koster percaya hasil kerja nyata akan menjawab kritik yang muncul.
Baca Juga : Koster Janjikan Bus Singaraja-Denpasar dan Trans Metro Dewata di Buleleng
Dalam pandangannya, media sosial menjadi ruang bebas bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat. Oleh karena itu, ia tidak merasa terganggu dengan komentar bernada keras. Bahkan, Koster menyebut dirinya menikmati tantangan dan tekanan yang datang sebagai risiko kepemimpinan.
Koster juga menegaskan bahwa kritik yang membangun justru membantu pemerintah memperbaiki kinerja. Ia mengajak masyarakat menyampaikan aspirasi secara santun dan objektif agar komunikasi antara pemerintah dan warga berjalan sehat. Baginya, pemimpin harus memiliki mental kuat dan tidak mudah terpengaruh opini negatif.
Melalui sikap tersebut, Koster Dibully bukan menjadi hambatan dalam menjalankan roda pemerintahan. Sebaliknya, ia menjadikan tekanan publik sebagai motivasi untuk terus bekerja lebih baik. Dengan fokus pada tugas dan tanggung jawab, Koster optimistis mampu membawa Bali ke arah pembangunan yang berkelanjutan dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.















