Denpasae News — Semangat kepedulian sosial kembali ditunjukkan para guru di Kota Denpasar melalui kegiatan donor darah yang digelar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Denpasar. Kegiatan yang berlangsung di aula PGRI Denpasar ini mendapat apresiasi tinggi dari Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Kadisdikpora) Denpasar, yang menegaskan bahwa guru bukan hanya pengajar, tetapi juga teladan dalam aksi kemanusiaan.

Donor darah tersebut diikuti ratusan guru dari berbagai sekolah, mulai PAUD hingga SMA/SMK. Antusiasme para pendidik terlihat sejak pagi, di mana peserta datang secara bergelombang untuk memastikan kegiatan berlangsung tertib dan sesuai standar kesehatan.
Baca Juga : Sari Timbul Glass Factory, Dari Kaca Tiup ke Destinasi Estetik
Kadisdikpora Denpasar yang hadir membuka kegiatan menyampaikan apresiasi mendalam terhadap komitmen para guru. Menurutnya, kegiatan donor darah menunjukkan bahwa profesi guru memiliki peran lebih luas dari sekadar mengajar.
“Guru bukan hanya pendidik di ruang kelas. Hari ini, mereka menunjukkan teladan nyata dalam kegiatan kemanusiaan. Ini contoh yang sangat baik bagi para siswa dan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa aksi donor darah sangat membantu kebutuhan stok darah di PMI, terutama menjelang akhir tahun ketika permintaan cenderung meningkat.
PGRI Denpasar Dorong Partisipasi Berkelanjutan
Ketua PGRI Denpasar menyampaikan bahwa kegiatan donor darah menjadi agenda rutin yang terus dikembangkan. Selain sebagai bagian dari peringatan HUT PGRI dan Hari Guru Nasional, kegiatan ini juga menjadi ajang memperkuat solidaritas antarpendidik.
“Kami berharap semangat ini menular dan semakin banyak anggota yang terlibat. Donor darah bukan hanya soal memberi, tetapi menyelamatkan nyawa,” katanya.
Pihak PGRI juga bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Denpasar untuk memastikan setiap proses mulai dari pendaftaran, screening kesehatan, hingga pengambilan darah berjalan sesuai SOP.
Antusiasme Guru dan Manfaat Kesehatan
Para guru peserta donor darah mengaku bangga bisa berpartisipasi. Selain sebagai bentuk kepedulian, mereka melihat kegiatan ini sebagai kesempatan untuk menjaga kesehatan karena setiap pendonor diwajibkan menjalani pemeriksaan fisik terlebih dahulu.
Beberapa guru bahkan menyatakan menjadikan donor darah sebagai rutinitas setiap tiga bulan.
“Selain membantu orang lain, tubuh juga lebih sehat. Ini kegiatan kecil dengan manfaat besar,” ujar salah satu guru peserta.
Dampak Positif bagi Pendidikan dan Masyarakat
Kegiatan donor darah ini dinilai tidak hanya berdampak pada pemenuhan kebutuhan stok darah, tetapi juga menjadi pembelajaran moral bagi siswa. Keteladanan para guru dalam kegiatan sosial diharapkan menginspirasi generasi muda untuk tumbuh dengan jiwa empati dan kepedulian tinggi.
Kadisdikpora Denpasar menegaskan bahwa dinas akan terus mendukung kegiatan-kegiatan positif seperti ini agar menjadi budaya di kalangan pendidik.
Kegiatan donor darah. PGRI Denpasar pun ditutup dengan penyerahan apresiasi simbolis kepada para pendonor aktif. Sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi mereka bagi kemanusiaan.















