Denpasar News – Festival 2025 resmi dibuka dengan meriah di pusat kota Denpasar. Festival tahun ini mengusung konsep zero waste, menekankan pentingnya pelestarian lingkungan sekaligus mengajak masyarakat aktif berpartisipasi menjaga kebersihan. Kegiatan ini menghadirkan berbagai pertunjukan seni, kuliner, dan pameran produk lokal yang ramah lingkungan.

Pemerintah Kota Denpasar menegaskan bahwa festival ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga kampanye nyata untuk mengurangi limbah plastik dan sampah di ruang publik. Panitia menyusun kebijakan ketat terkait pengelolaan sampah, mulai dari penggunaan bahan ramah lingkungan hingga penyediaan tempat sampah yang memadai. Konsep zero waste menjadi titik fokus agar setiap aktivitas festival berjalan berkelanjutan.
Baca Juga : Nangluk Merana, Benteng Spiritual Pesisir Bali: Dari Ritual Leluhur hingga Kesadaran Ekologis Zaman Kini
Denpasar Festival 2025 menghadirkan panggung seni yang menampilkan pertunjukan tari, musik, dan teater tradisional Bali. Selain itu, festival juga membuka ruang bagi pelaku UMKM lokal untuk memamerkan produk kreatif dan ramah lingkungan. Masyarakat dan wisatawan dapat menikmati festival sambil belajar praktik ramah lingkungan, seperti membawa wadah sendiri dan memilah sampah.
Denpasar sebagai kota ramah lingkungan
Wali Kota Denpasar dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, seniman, dan warga yang mendukung konsep zero waste. Ia menekankan bahwa festival ini menjadi contoh bahwa kegiatan publik besar tetap bisa ramah lingkungan jika ada kesadaran kolektif. Partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan festival yang berkelanjutan.
Selain hiburan dan edukasi, Denpasar Festival 2025 menyediakan workshop, talkshow, dan kegiatan interaktif seputar lingkungan. Anak-anak dan remaja diajak berperan aktif dalam menjaga kebersihan serta mempelajari praktik keberlanjutan sehari-hari. Festival ini juga menekankan sinergi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat dalam membangun Denpasar sebagai kota ramah lingkungan.
Dengan pembukaan resmi ini, Denpasar Festival 2025 tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi momentum edukasi lingkungan bagi masyarakat luas. Konsep zero waste diharapkan menjadi budaya baru dalam setiap kegiatan publik, mendorong Denpasar menjadi kota yang bersih, berkelanjutan, dan lebih hijau di masa depan.















